Selasa, 25 Oktober 2016
Home »
Artis
» Kisah Miris Saori, Mantan Model Asal Jepang Yang Dianiaya Pacarnya Hingga Babak Belur
Kisah Miris Saori, Mantan Model Asal Jepang Yang Dianiaya Pacarnya Hingga Babak Belur
Belakangan ini nama Saori Ishii menjadi bahan perbincangan hangat netizen. Wanita cantik yang diketahui berkewarganegaraan Jepang itu baru saja mengalami penganiayaan dari pacarnya sendiri berinisial JFJ di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan pada Jum'at (21/10) kemarin.
Saori diketahui juga seorang mantan model di salah satu majalah remaja pada tahun 2006 silam. Saat ditemui KapanLagi.com di Rumah Sakit Tria Dipa, pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (25/10), kondisi Saori sangat memprihatinkan.
Meski lukanya sudah mulai membaik, namun jelas terlihat mata sebelah kiri Saori merah dan bengkak bekas dipukul. Di lehernya pun masih terlihat bekas cekikan. Gara-gara penganiyaan tersebut Saori juga mengalami patah hidung.
Bahkan saat dibawa ke rumah sakit saat itu ia kesulitan bernapas dan tidak bisa makan lantaran pendarahan terus dari hidungnya. Janda beranak satu itu pun menceritakan kronologis kejadian dirinya dianiaya oleh sang pacar kepada awak media yang datang.
"Awalnya jam 2 (pagi dini hari) saya minta putus secara baik-baik dan sopan. Tapi saya dapat jawaban yang tidak menyenangkan ya, kata-kata kasar, kotor. Dari situ dia meminta saya untuk membawa barang yang tertinggal di tempat saya," tutur Saori.
"Karena saya tahu dia pegang satu kunci unit saya, saya cuma minta untuk datang kembalikan kunci. Sekalian ambil barangnya sendiri. Dia sampai pagi baru pulang. Jadi saya tidak meminta untuk dia stay di apartemen saya, itu atas kemauannya sendiri. Saya mengizinkan," tambahnya.
Keributan mulai terjadi ketika Saori kesal melihat apartemennya berantakan. Ia sempat manampar sang mantan yang langsung dibalas dengan perbuatan yang sadis.
"Terus katanya dia mau memasak segala macam. Itu benar. Kulkas berantakan, karena kesal saya marah. Saya cuma marah dan bilang 'Gue ni bukan pembantu lo'. Dari situ dia keluar dengan kata-kata yang sangat kotor. Nggak tahan saya, terus akhirnya saya tampar sekali," ujarnya.
"Dari situ dia langsung menampar saya. Sampai saya mental. Ya itu dia nyekek saya, tarik saya ke arah kasur anak saya. Dari situ saya dipegang, ditonjok sekitar dua kali ya yang saya ingat. Saya nggak tahu itu sudah berdarah-darah," cerita wanita 25 tahun itu.
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.