Benda kontroversial itu berada dalam pameran terbaru bertajuk "Funland"di Museum Seks New York. Kasur balon raksasa tersebut buatan duo desainer Inggris, Bompas dan Parr, yang berbentuk dalam berbagai ukuran dan warna kulit. Tentu saja, wahana mainan vulgar tersebut bukan hanya Jump For Joy yang muat selusin orang di dalamnya itu.
Para pengunjung akan menelusuri masuk lorong kaca bernama "Tunnel off Love" yang berakhir di G-Spot dengan iringan musik klasik. Sedangkan "Foreplay Derby" berupa mainan balapan di Pulau Coney yang berbentuk penis emas. Lantas juga masih ada "Grope Mountain" yaitu dinding panjat tebing yang berbentuk berbagai bagian intim wanita.
"Pameran di masa lalu memiliki erotisme terpendam," ujar Mark Snyder, direktur pameran MoSEX ini. "Mereka mendorong segala macam perilaku orang yang tidak akan di izinkan untuk melakukan sebaliknya."
AGEN DOMINO - Mark sendiri mengakui bahwa pameran ini bisa saja membuat pengunjungnya terangsang. Namun ia yakin tidak akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan dealam pameran. "Aku tidak berpikir orang-orang akan melakukan perbuatan tak senonoh di lokasi pameran," ujar Mark.
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.